Home Living

5 Rekomendasi Bunga Bank KPR 2023 

29
×

5 Rekomendasi Bunga Bank KPR 2023 

Sebarkan artikel ini
rekomendasi bunga bank KPR 2023
rekomendasi bunga bank KPR 2023

Setiap Bank pasti memiliki suku bunga KPR yang berbeda-beda tergantung perhitungan dan kebijakan masing-masing Bank. KPR ( Kredit Pemilikan Rumah ) juga memiliki jenis bunga, sebelumnya kita akan bahas secara umum mengenai pengertian KPR terlebih dahulu. Secara umum KPR merupakan produk keuangan untuk pembeli rumah dengan opsi pembiayaan hingga 100% dari nilai rumah. Sampai saat ini, pinjaman hipotek telah diberikan oleh bank, meskipun ada perusahaan keuangan yang mengalihkan dana dari lembaga sekunder untuk pembiayaan perumahan. Penyaluran KPR dilakukan oleh Bank untuk berbagai jenis pembiayaan real estat termasuk rumah, apartemen, tanah dan lain-lain. Namun, KPR sendiri secara khusus membiayai rumah berbasis lahan. Untuk rumah baru, pengembang sering bekerja sama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR. Sebelum kami memberikan rekomendasi bunga bank KPR 2023, penting juga memahami soal jenis bunga bank KPR serta bagaimana metode perhitungan bunga KPR.

Metode Perhitungan Bunga KPR

Saat menghitung jenis suku bunga KPR, ada dua metode yang biasa digunakan, yaitu metode suku bunga efektif atau tetap ( Flat ). Cara menghitung suku bunga efektif KPR dilakukan dengan mengalikan sisa pokok pinjaman dengan suku bunga yang berlaku. Dengan metode ini, pembayaran bulanan biasanya lebih rendah karena sisa pokok pinjaman berkurang. Sedangkan Bunga flat adalah bunga dengan jumlah tetap, berapapun jangka waktu angsurannya. Misalnya, Anda memiliki utang kredit Rp 15 juta dengan bunga Rp 150.000 selama 5 tahun. Jadi sampai lunas, bunga yang harus kamu bayarkan adalah Rp 150.000. Kemudian untuk Bunga efektif cara menghitungnya adalah sebagai berikut :

Pak Arif baru saja membeli rumah dengan cicilan pokok Rp 360 juta, cicilan selama 5 tahun dan bunga riil 10%. Maka jumlah cicilan yang harus dibayar Pak Arif adalah sebagai berikut.

Pembayaran pokok = Rp 360.000.000 / 60 bulan = Rp 6.000.000 / bulan

Bunga bulan pertama = = {360.000.000 Rp – [(1 – 1) X 6.000.000 ]} X 10%/12 = (Rp360.000.000 – 0) X 10%/12 = RDI 360.000.000 X 10%/12 = Rp 3.000.000

Total pembayaran(angsuran) pertama = Rp 6.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 9.000.000

bunga bulan ke-2 = = {360.000.000 Rp – [(2 – 1) X 6.000.000 Rp]} X 10%/12 = (Rp360.000.000 – Rp6.000.000) X 10%/12 = RDI 354.000.000 X 10%/12 = 2.950.000 VND

Total pembayaran ke-2 = Rp 6.000.000 + Rp 2.950.000 = Rp 8.950.000

bunga bulan ke 3 = = {360.000.000 – [(3 – 1) X 6.000.000 ]} X 10%/12 = (360.000.000 Rp – 12.000.000 Rp) X 10%/12 = RDI 348.000.000 X 10%/12 = 2.900.000 VND

Total pembayaran ke-10 = Rp 6.000.000 + Rp 2.550.000 = Rp 8.550.000

bulan bunga 60 = {360.000.000 – [(60 – 1) X 6.000.000 ]} X 10%/12 = (Rp360.000.000 – Rp354.000.000) X 10%/12 = RDI 6.000.000 X 10%/12 = Rp 50.000

Total pembayaran ke 60 = Rp 6.000.000 + Rp 50.000 = Rp 6.050.000

(Sumber : ocbcnisp )

Jenis Suku Bunga KPR

5 rekomendasi KPR 2023

Ada berbagai jenis suku bunga hipotek yang biasa diterapkan untuk pembayaran hipotek. Namun diantara berbagai jenis suku bunga KPR, suku bunga KPR fixed dan floating merupakan dua jenis sistem penentuan suku bunga pinjaman yang paling terkenal dan banyak diadopsi di dunia perbankan. Biasanya sulit bagi kebanyakan orang untuk memilih di antara keduanya, terutama jika mereka tidak tahu persis bagaimana cara menghitung bunga. Berikut akan kami jelaskan satu persatu mengenai jenis suku bunga KPR.

Baca Juga : Tips Nabung Untuk Beli Rumah Idaman

Bunga Floating

Jenis floating ini merupakan bunga yang dibebankan kepada debitur setelah terjadi fluktuasi suku bunga acuan (BI rate). Artinya pendapatan bunga dapat berubah sewaktu-waktu selama jangka waktu kredit. Dengan floating rate, besaran bunga yang Anda bayarkan bisa berbeda-beda tergantung dari besaran bunga yang ditetapkan bank. Jika suku bunga yang disepakati pada awal kontrak adalah 8%, maka selama masa pinjaman suku bunga dapat diturunkan menjadi 7% atau bahkan dinaikkan menjadi 12%. Umumnya bank menentukan besaran bunga floating setiap bulannya. Jika suku bunga berubah, bank akan memberi tahu Anda secara tertulis. Tingkat bunga mengambang sendiri ditentukan berdasarkan kondisi suku bunga pasar. Jika suku bunga pasar berubah, suku bunga hipotek mengambang juga akan berubah. Kelebihan dari jenis KPR jenis ini adalah jika trend dari jenis suku bunga ini sedang turun, sebaiknya menggunakan floating rate atau kurs mengambang. Jadi Anda mungkin mendapatkan tingkat bunga yang lebih rendah setelah kondisi ekonomi membaik. Sementara itu, sisi negatif dari suku bunga hipotek jenis ini adalah pembayaran dapat bergeser lebih tinggi atau lebih rendah pada awal pembayaran tahun pertama. Hal ini dapat mengacaukan rencana keuangan Anda.

Suku bunga tetap atau fixed

Suku bunga KPR jenis ini selalu dibebankan kepada debitur dengan tarif standar tertentu untuk jangka waktu tertentu. Misalnya, suku bunga ditetapkan sebesar 7% selama satu tahun. Dengan kata lain, pada tahun pertama suku bunga tetap sebesar 7%, kemudian pada tahun-tahun berikutnya suku bunga pasar berfluktuasi atau menerapkan floating rate. Dengan kata lain, jika Anda menggunakan suku bunga tetap, setiap perubahan suku bunga pasar tidak akan mempengaruhi jumlah bunga pinjaman. Saat ini beberapa bank telah menawarkan suku bunga tetap atau fixed mulai dari minimal 1 tahun, bahkan beberapa bank sampai dengan 10 tahun. Setelah periode suku bunga tetap berakhir, bank akan beralih ke suku bunga mengambang sesuai dengan suku bunga pasar yang berlaku. Cara penetapan suku bunga ini sekarang sudah umum diterapkan di sebagian besar produk KPR bank.

Suku Bunga Terbatas atau Capped

Selain kedua jenis suku bunga tersebut, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga terbatas atau limited. Bunga topi mirip dengan bunga mengambang, tetapi terbatas. Misalnya, jika Anda mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang dibatasi pada 10%, bunga yang ditagih kepada Anda akan berfluktuasi berdasarkan pasar tetapi dalam batas 10%. Jika suku bunga pasar mencapai 11%, maka Anda hanya akan dikenakan bunga sebesar 10%. Namun jika suku bunga turun menjadi 9%, maka bunga yang Anda bayarkan juga turun menjadi 9%.

Suku Bunga Simpanan Dasar (SBDK) KPR

Jenis suku bunga KPR yang kedua adalah SBDK atau prime rate yang merupakan nilai acuan dasar untuk menentukan suku bunga yang dikenakan oleh bank pemberi pinjaman. Besaran bunga dasar ini ditetapkan oleh masing-masing bank dengan besaran yang berbeda. Penetapan suku bunga dasar deposito disesuaikan dengan segmen atau tingkat risiko debitur.

5 Suku Bunga Bank KPR 2023

Mengutip dari CNBC Indonesia, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan digelar 21-22 Desember 2022. “Rapat Dewan Gubernur memutuskan menaikkan BI 7-day reverse repo rate sebesar 25 basis poin,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (22 Desember 2022). Sementara itu, deposito base 4,75% dan lending base rate 6,25%. Berikut akan kami sampaikan 5 rekomendasi Bunga KPR Bank 2023.

5 rekomendasi KPR 2023

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *